Ketika Suatu Ketika…
Ketika suatu ketika,
Kau merasa lelah, rapuh dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia belaka…
Tuhan tahu dan mengerti betapa kerasnya engkau sudah berusaha.
Ketika suatu ketika,
Kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa sedih dan pedih…
Tuhan sudah menghitung air matamu.
Ketika suatu ketika,
Kau sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu lalang begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika suatu ketika,
kau merasa sendiri, dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk bisa menyapamu…
Tuhan selalu berada di sampingmu.
Ketika suatu ketika,
Kau pikir kau sudah mencoba segalanya dan tak tahu hendak berbuat apa…
Tuhan punya jawabannya.
Ketika suatu ketika,
Segala sesuatu menjadi ruwet renteng, tak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.
Ketika suatu ketika,
Tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan di gerai deru debu kehidupanmu…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika suatu ketika,
Segala pernik hidupmu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Tuhan telah membekatimu.
Ketika suatu ketika,
Pelbagai kejadian hidup kita dipertemukan, dirangkai menjadi sebuah untaian, maka akan lahirlah rentetan pesan yang bermakna. Pelbagai kejadian hidup kita –entah pahit atau manis- bukanlah sekedar kebetulan belaka. Bahwa DIA yang pernah mati seperti kita-tapi yang tetap hidup-itu sungguh menyertai kita.
Sudahkah kita sempat sejenak bersyukur atas semuanya ini? Harapannya: dalam segala sesuatu semakin menemukan Tuhan…